Kamis, 03 Februari 2011

Beranda » KISAH INSPITARIF PEMIMPIN ISLAM

KISAH INSPITARIF PEMIMPIN ISLAM

Abu bakar R.a.
Menjadi Kholifah Kurang Lebih Dua Tahun. Sungguh Berat Pukulan Islam Pasca Kepergian Nabi Tercinta. Stabilitas Jazirah Arabia Merupakan Salah Satu Prestasi Kholifah Abu Bakar.
Umar R.a.
Semangat dan disiplin, seperti itulah salah satu ciri kholifah yang satu ini. Seorang Amirul Mukminin yang sederhana dan Penuh Tanggung Jawab. Dikisahkan dalam Buku ini Beliau Hanya Memiliki Dua Pakaian dan Tidur di Atas Kasur dari Pelepah Palm yang Dipetiknya Sendiri.
Seperti Malam-malam Biasanya Beliau Berkeliling di Daerah Pemerintahannya. Suatu Malam Kholifah Menemui Sebuah Tenda Kaum Pendatang. Didapatinya anak-anak Tidak Dapat Tidur dan Menangis Kelaparan. Seorang Ibu Merebus Air Berusaha Menenangkan Anaknya Bahwa Makanan Sedang Dimasak. Kembalilah Kholifah Ke Tempat Penyimpanan Bahan makanan. Kemudian Dipikulnya Sendiri Bahan-bahan Makana Berat Tersebut Kepada Keluarga Tersebut dan Kholifah Umar Melayaninya Hingga Mereka Kenyang.
Islam Pada Masa ini Berkembang ke Irak, Iran, Turki, dan Mesir Hanya dalam Waktu 10 Tahun. Kemudian Berlanjut Menuju Suriah, Jerusalem, Mesir, dan Persia. Penakhlukan ini Bukan Penakhlukan Biasa. Dengan Direbutnya Kekuasaan Negara Tersebut Oleh Islam, Menjadikan Berkah Bagi Penduduk yang Ada di Dalamnya.
Pendudukan Islam Berarti Pembebasan Kaum di Darah Tersebut Dari Pemimpin-pemimpin Mereka yang Zalim. Banyak Orang Kristen yang Dianiaya Oleh Pemimpinnya yang Sesama Kristen Seperti di Byzantium (Kostantinopel).
Dalam Pemerintahan Islam Setiap Penduduk Berhak Menganut Agamanya. Bagi Mereka yang Beragama Selain Islam Dikenai Pajak yang Sesuai dan Tidak Berlebihan. Disinilah Konsep Ilmu Pajak Mulai Dikembangkan. Bahwa Pajak yang Tidak Terlalu Tinggi Akan Meningkatkan Aktifitas Perekonomian dan Pendapatan Pajak Akan Semakin Meningkat.
Selain Itu Pasukan Islam Dikenal dengan Kegagahan dan Militansinya. Karena Pasukan Islam Merupakan Pasukan Berani Mati. Begitulah Rasul dan Sahabat Mampu Membangun Mental-mental Pemenang yang Lillahita’ala.
Usman R.a & Ali R.a
Dalam Buku Ini Tidak Terlalu Banyak Dijelaskan Mengenai Kedua Kholifah Besar ini. Namun Banyak Hasil-Hasil Beliau yang Bahkan Sampai Hari Ini Dapat Kita Nikmati. Terutama Pembukuan Al-Quran. Sampai Akhirnya Beliau Berdua Gugur Dalam Syahid Mengemban Amanah Sebagai Amirul Mu’minin.
Dinasti Umayyah
Sepeninggal Kholifah Ali R.a. Pucuk Kepemimpinan Islam Diambil alih Oleh Dinasti Umayyah, Keturunan Abu Sufyan. Damaskus Menjadi Pusat Pemerintahan selama dinasti ini memimpin. Selain Itu Andalus (Spanyol), Pakistan dan Uzbekistan Berhasil Masuk Dalam Genggaman Kaum Muslimin.
Namun Disayangkan, Menurut Apa yang Di Paparkan Dalam Buku Ini Sistem Pemerintahan Brubah Menjadi Monarki. Selain Itu Pemerintahan Tersebut Tidak Mampu Mensejahterakan Rakyat. Sehingga Muncullah Berbagai Gerakan Kudeta yang Akhirnya Menumbangkan Kepemimpinan Dinasti Umayyah Pada 750M.
Abdurrahman I Pimpinan Umayyah Saat Itu Lari Ke Andalus (Spanyol). Mendirikan Kerajaan Sendiri Dengan Sisa-sisa Kekuatan yang Dimilikinya.
 Abdurrahman Hakim