Beranda » Kerajaan Safawi, Dari Sufisme Menuju Gelanggang Politik (4-habis)

Kerajaan Safawi, Dari Sufisme Menuju Gelanggang Politik (4-habis)

Kerajaan Safawi, Dari Sufisme Menuju Gelanggang Politik (1)
Kerajaan Safawi (ilustrasi).
Terbunuhnya penguasa Alaq Koyunlu, Sultan Rustam, pada 902 H/1497 M membuat Isma’il bebas mengorganisasi dan mengerahkan para pengikutnya yang fanatik, yang kebanyakan keturunan Turki (dikenal dengan sebutan Qizilbasy).

Dengan kekuatan sekitar 7.000 pasukan Qizilbasy, pada pertengahan Sya’ban 900 H/Maret 1500 M, Isma’il bergerak menyerang Arzinjan di Anatolia Timur.

Delapan bulan kemudian, yakni pada Jumadil Awal 906/Desember 1500, pasukan Isma’il bergerak menuju wilayah Syirwanid.
Di perkampungan Jabani dekat ibu kota Syirwanid, Syamakhi, pasukan Isma’il bertempur melawan pasukan Farrukh Yasar. Karena kali ini Syirwanid tidak dibantu oleh Alaq Koyunlu, maka dengan mudah pasukan Isma’il berhasil mengalahkan tentara Syirwanid.

Kemenangan ini telah membuka jalan bagi berdirinya Dinasti Safawiyah sekitar setahun kemudian. Sementara itu, penguasa Alaq Koyunlu, Sultan Alwand, terancam oleh kemenangan Isma’il atas Farrukh Yasar.

Mengetahui Isma’il sedang merencanakan penyerangan terhadap Kerajaan Alaq Koyunlu, Sultan Alwand pun melarikan diri. Sejak saat itu, wilayah Kerajaan Alaq Koyunlu berada di bawah kekuasaan Isma’il.



Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Nidia Zuraya