Beranda » Keistimewaan Muhammad Ketimbang Nabi-nabi lain

Keistimewaan Muhammad Ketimbang Nabi-nabi lain


Beruntunglah orang mau meyakini dan mencintai Nabi Muhammad. Sebab, nabi sekaligus rasul penutup ini memiliki banyak keistimewaan ketimbang nabi-nabi lain.

Dalam sebuah khotbah Jumat, Maret empat tahun lalu, ulama asal Qatar, Syekh Yusuf al-Qardhawi, menjelaskan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk seluruh umat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Tidak seperti nabi-nabi sebelumnya, ditujukan buat kaum tertentu, seperti Nabi Musa dan Nabi Isa khusus buat Bani Israil.

Mukjizat nabi-nabi lain hanya muncul saat kejadian, sedangkan Alquran yang merupakan satu dari sekian banyak kelebihan Rasulullah kekal hingga kiamat. Karena Alquran masih terpelihara, manusia bisa tahu cerita Musa membelah Laut Merah dengan tongkat dan Nabi Isa menghidupkan orang mati.

Sebagai mukjizat pula, Alquran mudah dihapal dibanding kitab-kitab suci lain, yakni Zabur, Taurat, dan Injil. Bahkan, yang terakhir memiliki banyak versi.

Karena begitu mulianya, kalimat tauhid yang merangkai nama Allah dan Nabi Muhammad, menjadi kunci surga. Allah juga menerangkan makhluk pertama Dia ciptakan adalah cahaya Muhammad dan dari nur Muhammad itulah Allah menciptakan seluruh makhluk, termasuk para nabi dan rasul. Saking istimewanya di mata penciptanya, Allah tidak pernah menyebut dengan nama Muhammad, seperti nabi-nabi lain. Dia memanggil kekasihnya itu dengan sejumlah gelar.

Kedudukan nabi pun sungguh agung. Sampai-sampai Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Hai orang-orang beriman, bersalawat dan sampaikanlah salam penghormatan kepada dia." 

"Salawat dibaca dalam tiap salat dan akan kekal hingga kiamat," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Kiai Makruf Amin seperti dilansir merdeka.

Dengan salawat pula Nabi Adam bisa menikahi Hawa. Allah memerintahkan manusia pertama itu bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mahar buat meminang perempuan paling awal sejagat. Dengan salawat pula, Allah mengampuni Nabi Adam yang diturunkan ke dunia karena memakan buah khuldi. Atas keberkahan salawat pula, Nabi Yunus keluar dari perut paus. Salawat pula yang mengantarkan doa ke hadirat Allah,

Perlu diingat pula, hanya Nabi Muhammad yang bisa berjumpa dengan Tuhannya lewat mikraj dari Masjid Al-Aqsa. Nabi Muhammad juga yang bisa memberikan syafaat di Hari Akhir.

Dengan pelbagai keistimewaan itu pantaslah kaum muslim berbahagia menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Sebab, tidak ada makhluk termulia di sisi Allah ketimbang nabi dan rasul akhir zaman itu.

Dari Annas bin Malik ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda : 

“Pada hari Kiamat nanti, aku akan mendatangi pintu Surga, kemudian aku meminta untuk dibukakan (pintunya), maka penjaganya bertanya : ‘Siapa Anda?’ Aku menjawab : ‘Muhammad’. Dan dia berkata : ‘Hanya untukmu aku diperintahkan agar membuka pintu ini dan tidak bagi seorangpun sebelummu”. (HR. Muslim 188)