Beranda » Fenomena Akhir Sebuah Bintang Jauh

Fenomena Akhir Sebuah Bintang Jauh

alt


Teleskop Antariksa Hubble telah menangkap apa yang tampak seperti kornea manusia saat menatap kita dari kosmos, namun penampakan tersebut sesungguhnya adalah salah satu 'napas' terakhir dari bintang jauh.

Cincin di sekitar 'gelembung' inti pembakaran gas meledak dari sebuah bintang sekarat yang sangat jelas terlihat saat intinya mulai terbakar habis.

Bintang Camelopardis mendekati akhir hidupnya - namun nampak begitu jauh yang biasanya muncul sebagai piksel tunggal dalam gambar seukuran ini.

Cerahnya kulit gas yang meletus dari intinya menyebabkan sensor Hubble menangkap gambar ini secara spectactular.

Camelopardalis atau U Cam adalah bintang yang telah mendekati akhir hidupnya. Sebagai bintang rendah bahan bakar, mereka menjadi tidak stabil. Setiap beberapa ribu tahun, U Cam mengeluarkan batuk berbentuk bola gas.

Gas yang dikeluarkan pada letusan terbaru bintang ini jelas terlihat dalam foto sebagai gelembung gas samar di sekitar bintang.

U Cam adalah contoh dari sebuah bintang karbon, jenis bintang langka dengan atmosfer yang kandungan karbonnya melebihi oksigen. Karena gravitasi permukaan yang rendah, biasanya sebanyak setengah dari total massa dari sebuah bintang karbon dapat hilang oleh hempasan angin bintang yang sangat kuat.

Terletak di konstelasi Camelopardalis, dekat Kutub Utara Antariksa, U Cam sendiri adalah jauh lebih kecil dari yang terlihat dalam gambar Hubble.

Bahkan, bintang itu akan dengan mudah menyesuaikan piksel tunggal di tengah gambar. Kecerahannya, cukup memenuhi standar untuk reseptor kamera, sehingga membuat bintang terlihat jauh lebih besar dari sebenarnya.

Kulit lapisan gas, yang kedua jauh lebih besar dan lebih redup dari bintang induknya, sehingga terlihat detail dalam potret Hubble. Fenomena ini sering tidak beraturan dan tidak stabil, tapi lapisan kulit gas yang dikeluarkan U Cam hampir bulat sempurna. (Erabaru/DM/sua)