Beranda » Peninggalan Penguasa Mamluk (3)

Peninggalan Penguasa Mamluk (3)

Peninggalan Penguasa Mamluk (3)


Kota tua Kairo, Mesir.
Ilmu Pengetahuan
Di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan tentara Mongol. Karena itu, khazanah keilmuan banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, kedokteran, astronomi, matematika, dan ilmu agama.

Dalam ilmu sejarah, tercatat nama-nama besar, seperti Ibnu Khalikan, Ibnu Taghribardi, dan Ibnu Khaldun. Di bidang astronomi, dikenal nama Nashiruddin At-Thusi. Di bidang matematika, ada Abul Faraj Al-'Ibry.

Dalam bidang kedokteran, sejarah mencatat sejumlah nama ilmuwan Muslim, seperti Abul Hasan Ali An-Nafis (penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia), Abdul Mun'im ad-Dimyathi (seorang dokter hewan), dan Ar-Razi’ (perintis psikoterapi). Dalam bidang optalmologi, dikenal nama Shalahuddin ibn Yusuf.

Dalam bidang ilmu keagamaan, tersohor nama Syekhul Islam Ibnu Taimiyah, seorang mujadid sekaligus mujahid dan ahli hadis dalam Islam. Selain itu, sejarah juga mencatat nama Imam As-Suyuthi yang menguasai banyak ilmu keagamaan dan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani yang menguasai ilmu hadis, fikih, dan sebagainya.

Arsitektur
Dinasti Mamalik juga banyak mengalami kemajuan di bidang arsitektur. Banyak arsitek didatangkan ke Mesir untuk membangun sekolah-sekolah dan masjid-masjid yang indah. Bangunan-bangunan lain yang didirikan pada masa ini di antaranya adalah rumah sakit, museum, perpustakaan, tempat-tempat peristirahatan, kubah, dan menara masjid.

Kemajuan-kemajuan itu tercapai berkat kepribadian dan wibawa penguasa Mamluk yang tinggi, solidaritas sesama militer yang kuat, dan stabilitas negara yang aman dari gangguan. Akan tetapi, ketika faktor-faktor tersebut menghilang, Dinasti Mamluk sedikit demi sedikit mengalami kemunduran.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Nidia Zuraya